BLOGGER TEMPLATES AND Friendster Layouts »

Jumat, 01 Juli 2016

Tulisan Feature

Kisah Sukses Mahasiswa yang Tak Sempat Ambil Ijazah Sarjananya


IRSHAD kesal, sudah habis uangnya untuk biaya wisuda kampusnya, lelaki kelahiran Jakarta itu masih harus mengeluarkan uang sebesar Rp 500 ribu rupiah untuk menebus ijazahnya. Padahal untuk wisuda saja dia harus mengeluarkan biaya Rp 2,5 Juta.
Rasa tidak enak sebagai seorang anak, membuatnya tak tega untuk menambah beban orangtuanya. Iapun memilih untuk tidak meminta uang lagi ke orangtua untuk menebus ijazah tersebut. Sejak saat itu, iapun melanjutkan hidup tanpa mengambil ijazah sarjana desain dari sebuah universitas terkemuka di Jakarta. Itulah sekelumit kisah Irshad Abdassah Noor.
“Saat itu dibenak saya, rejeki saja bukan dari ijazah kok,” jelasnya kepada hidayatullah.com, Senin (23/09/2013).
Keinginan untuk menjadi lelaki mandiri memang sudah ada sejak duduk di bangku sekolah. Buku-buku orang-orang sukses seperti Bob Sadino, Ciputra, Robert Kawasaki dan tokoh-tokoh wirausaha dilahapnya sejak lama.
Ditambah pelajaran dari sekelilingnya. Ia melihat banyak orang sukses justru tidak sesuai gelar kuliahnya. Banyak dokter jadi musisi, akuntan jadi desain grafis dan sebagainya. Sebelum ia luluspun, ia telah merintis usaha fotografinya sendiri bernama Abdassah Studio.
Sambil kuliah, ia menerima pesanan-pesanan foto pernikahan hingga hal-hal berbau desain grafis.
“Sampai seminggu sebelum sidang kelulusan itu saya tidak sempat belajar karena ada kerjaan foto pernikahan di Lampung,” jelas Irshad mengenang.
Menikahi Gadis LDK
Lelaki yang juga aktif di Lembaga Dakwah Kampus di tempat kuliahnya inipun beranikan diri untuk menikah. Bermodal yakin, ia melamar seorang gadis Bukit Tinggi bernama Kumala Shary.
Atas kehendak Allah Subhanahu Wata’ala, gadis itupun menerima lamarannya. Ia mulai bahtera rumah tangganya pada 26 Desember 2010, kurang lebih setahun sejak ia lulus kuliah.
“Saat aktif di LDK, saya kenal Irshad sebagai sosok yang visioner dan pekerja keras,” cerita Kumala mengenang kembali sosok suaminya ketika belum menikah.
Kumala bercerita, dalam perjalanan pernikahan mereka tidaklah semulus yang dibayangkan orang. Perbedaan pendapat antara mereka dan orangtua sering menjadi beban tersendiri. Terlebih memang orangtua mereka ingin mereka bekerja di kantor dengan penghasilan tetap.
Tapi, Kumala yakin keteguhan dan ketekunan sang suami dalam berikhtiar memiliki keberkahannya sendiri.
Kerja keras sang suami mengembangkan bisnis fotografi dan desain grafis ditemaninya dengan sabar. Ibu satu anak inipun rela mengundurkan diri sebagai seorang guru di sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu di Bekasi. Ia ingin fokus mendidik sang anak ketika sang suami bekerja menembus waktu demi keluarga.
Orangtua memang sering khawatir dengan pendapatan keluarga, tapi kami coba jelaskan dan memberikan pembuktian,” jelas Kumala sambil tersenyum mengingat sikap suaminya yang tidak mau mengambil Ijazah kuliahnya hingga hari ini.
“Saya memang tidak memiliki rasa takut, saya yakin ngak mungkin saya ngak makan karena saya menikah,” Irshad menyela dengan nada menyakinkan.
Bukti Janji Allah
Apa yang diyakini Irshad tentang keberkahan dari Allah itu berbuah banyak kisah. Keberanian dan kenyakinannya perlahan – lahan membuahkan hasil. Ditemani dengan perencanaan dan budaya hidup hemat dan rajin menabung, usahanya berkembang.
Sebuah kisah menarik diceritakannya kepada hidayatullah.com. Suatu ketika uang pegangannya tinggal Rp 500 Ribu. Pada saat yang sama sang Ibu hendak meminjam uang untuk keperluan keluarga. Tanpa berpikir panjang, iapun meminjamkan uang pegangannya itu kepada sang Ibu.
“Masya Allah, sejam kemudian ada yang telepon kasih order foto dengan harga sepuluh kali lipat,” jelas Irshad.
“Jujur, saat –saat seperti sering bikin gue menangis di hadapan Allah,” tambahnya.
Kumala sendiri tidak mau melogikakan cara berpikir suaminya. Ia hanya bisa terus berdoa dan menemani cita-cita sang suami sembari ikut mencoba buka usaha.
“Biasanya sebagian ditabung sebagian lagi di putar dengan usaha lain,” jelas Kumala yang juga merintis usaha rendang dan nugget ini.
Sebagai sepasang suami istri, mereka berdua kompak membangun jiwa wirausaha dengan caranya masing-masing.
Saat ini penghasilan Irshad rata-rata paling minim 2,5 Juta.  Jika sedang sedang ramai order bisa sampai 21 Juta perbulan. Sang istri mengatur keuangan suaminya dengan baik. Sebagian ditabung, sebagian untuk investasi usaha lain.
“Ya nggak mungkin uang dua puluh satu juga kita habisin sebulan, sebagian ditabung untuk siap-siap jika suatu saat sepi order,” jelas Irshad.
“Sebagian kita pakai untuk investasi usaha lain, kita juga ada usaha bisnis rendang dan nugget,” tambah Kumala.
Menurut Irshad dan Kumala, semua yang ia jalani selama ini, kuncinya adalah perencanaan, konsisten, fokus dan yakin pada Allah
Jika mengenang kisah saat kuliah hingga hari ini, Irshad sering terdiam sejenak. Seperti orang yang menahan haru.
Sambil mengambil nafas, ia mengenang betapa dahulu hidupnya begitu susah. Saat belum mampu beli computer, ia biasa menginap di sekretariat LDK. Menunggu aktivis kampus pulang lalu ia izin menggunakan.
Hingga subuh ia memanfaatkan waktu tersebut mengerjakan pesanan-pesanan foto dan desain grafis. Usai subuh jika ada waktu kuliah maka ia lanjut masuk kelas. Kurang tidur, mengantuk, kerja keras dan membiasakan diri disiplin dengan program kehidupan yang ia siapkan bagi dirinya adalah proses yang terus dikenangnya.
“Kalau kita bicara kebutuhan ekonomi pasti tidak akan pernah ideal, manusia tidak akan pernah ada puasnya,” jelas irshad.
“Itu kenapa gue ngak mau ambil ijazah gue sampai sekarang, dan terbukti rejeki gue Allah yang atur,” tambah murah senyum ini lagi.
Irshad berharap, setiap manusia tidak sombong dengan posisi karirnya. Tidak juga rendah diri karena tidak memiliki kesempatan kuliah. Ini karena, berulang kali ia menjelaskan kemuliaan kita ditentukan Allah begitupun dengan rejeki kita.
“Kuliah bisa dimana saja apalagi ini zaman internet, tapi sekarang yang dibutuhkan dunia pekerjaan bukan ijazah tapi skill (keahlian), portfolio bukan ijazah,” jelasnya.
Dari skill menurutnya, akan lahir kepercayaan orang pada diri kita.
“Kepercayaan adalah amanah. Seperti juga kepercayaan Allah pada hambaNya. Allah suruh kita yakin pada kebesaranNya, Allah suruh kita hidup mengandalkan kekuatanNya.”
Apapun capaian dari target kehidupan yang didapatnya, ia berusaha rendah hati, tidak sombong dan tidak merendahkan orang lain. Karena menurutnya, kecukupan yang dimilikinya juga bagian dari keberkahan dari Allah.
“Bahkan bisa jadi cobaan dari Allah, gue orang yang bersyukur atau tidak?” tambahnya.
Kesuksesan yang diraihnya tidak membuat dirinya sombong. Kesuksesan yang diraihnya justru membuat dia semakin banyak mengukur diri. Menciptakan target-target baru. Lebih utama dari itu, ia mengajak banyak orang  untuk optimis dengan kemandirian hidup.
Sekali lagi katanya, jangan rendah diri karena kita tidak memiliki kesempatan untuk kuliah, karena rejeki kita hadir karena Allah bukan karena ijazah kuliah, ujarnya.*

sumber :: http://www.hidayatullah.com/feature/kisah-perjalanan/read/2013/09/29/6586/kisah-sukses-mahasiswa-yang-tak-sempat-ambil-ijazah-sarjananya.html

Rabu, 01 Juni 2016

RESENSI BUKU

Resensi Buku non Fiksi
1.      Identitas buku
Judul buku                  : Mudah Membuat Game dan Potensi Finansialnya dengan Unity 3D
Pengarang                   : Baskara Arya Pranata, Andre Kurniawan Pamoedji, Ridwan Sanjaya
Penerbit                       : PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit                : 2015
Jumlah Halaman          : 132 halaman

2.      Pembuka Resensi
Buku ini menjelaskan tentang cara - cara untuk membuat game dengan menggunakan sebuah perangkat lunak game engine bernama Unity 3D. Di dalam buku ini di jelaskan mengenai langkah - langkah pembuatan sebuah game dari awal hingga ke tahap pro dan berbagai genre dari permainan.

3.      Jenis buku
Pada buku Mudah Membuat Game dan Potensi Finansial dengan Unity 3D ini merupakan jenis buku non fiksi karena berisi langkah - langkah untuk membuat sebuah game menggunakan perangkat lunak Unity 3D dan memang terbukti 

4   .Keunggulan isi buku
Buku ini menyajikan tips tips dan trik untuk membuat sebuah game yang menarik, di lengkapi dengan gambar dan contoh projek game yang telah di buat oleh pengarang sebelumnya membuat buku ini lebih mudah untuk di pahami

5.      Kelemahan isi buku
Yang saya lihat dari buku ini, menurut saya buku ini memiliki sedikit kekurangan. seperti font yang kecil membuat gangguan bagi pembaca. Selain itu, buku ini baik untuk dibaca.

6.      Nilai buku
Nilai yang diajarkan dari buku ini adalah dengan percaya diri sendiri dengan kemampuan dan kreatifitas yang kita miliki.


Resensi Buku Fiksi
1.      Identitas buku
Judul buku                  : Asylum
Pengarang                   : Madeleine Roux
Pengalih Bahasa          : Gabriella Felicia
Penerbit                       : Bhuana Sastra
Tahun Terbit                : 2014
Jumlah Halaman          : 298 halaman

2.      Pembuka Resensi
Sampul novel ini boleh juga. Tampak seram. Saya membayangkan teror akan terjadi pada tokoh saat menelusuri lorong-lorong rumah sakit jiwa yang sudah lama ditinggalkan. Saya membayangkan ada sesuatu di kegelapan yang akan membuat mereka terintimidasi. Dalam keadaan tak menentu. Atau depresi karena tak tahu bagaimana kelanjutan nasib mereka. Sayang. Bayangan saya berbeda dengan kenyataannya. Cerita sama sekali tak berhubungan dengan hantu. Saya bisa mengatakan cerita di novel ini adalah teror.

3.      Jenis buku
Pada buku Asylum merupakan jenis buku fiksi karena menciptakan karakter yang sebenarnya tidak ada atau karakter yang dibuat untuk mejalankan buku novel tersebut.

4.      Keunggulan isi buku
Dari segi cerita, buku ini lumayan menegangkan karena banyak sekali teror yang di sajikan dalam buku ini dari pada horor nya.

5.      Kelemahan isi buku
Saya tak langsung tertarik pada cerita. Rasa “seram” yang terpicu pada adegan Daniel, Abby dan Jordan ke tempat bekas rumah sakit segera ambruk karena dilanjutkan dengan cerita yang “tak seram” mengenai masalah diantara mereka bertiga. Keseraman lebih saya rasakan dari deskripsi pengobatan penyakit mental jaman dulu yang terlihat tak manusiawi untuk ukuran kedokteran saat ini.

6.      Nilai buku
Saya aga bingung untuk memberi nilai pada buku ini, karena dari cerita buku ini lebih masuk ke dalam kategori teror daripada horor

Rabu, 27 April 2016

Pilkada

1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pemilihan Kepala Daerah atau yang sekarang lebih dikenal dengan Pilkada secara langsung merupakan sebuah kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang menjadi momentum politik besar untuk menuju demokratisasi. Momentum ini seiring dengan salah satu tujuan reformasi, yaitu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih demokratis yang hanya bisa dicapai dengan mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat.

 Perubahan format Pilkada setelah berlakunya UU No. 32 Tahun 2004 telah mengakhiri pengaruh Pemerintah Pusat yang dominan. Pilkada langsung dilaksanakan sebagai wujud nyata pelaksanaan demokrasi dalam mengajarkan masyarakat untuk melihat dan berpikir secara objektif terhadap fenomena politik di tingkat daerah, sehingga masyarakat tidak semata-mata terfokus pada pola pikir dan perilaku politik para elite politik yang berkompetisi dalam Pilkada.

 Di lain sisi, Pilkada secara langsung yang dilakukan saat ini juga memiliki sisi negatif dimana Pilkada secara langsung dianggap tidak efisien, hal ini dikemukakan oleh Hafiz Anshary yang mewacanakan agar Pilkada dipilih 2 oleh DPRD kembali, alasannya pemilukada secara langsung tidak efisien mengakibatkan konflik antar masyarakat, dan maraknya politik uang.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a.       Apakah pengertian pemilu?
b.      Apa sajakah dasar hukum pemilu?
c.       Apa itu pemilu 2014?
d.      Apa itu DPT?
e.       Bagaimanakah permasalahan DPT?

1.3  TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan perumusan masalah diatas yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan solusi atas kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT).

1.4  MANFAAT PENULISAN
Manfaat penulisan ini yaitu :
·         Sebagai salah satu syarat tugas mata kuliah Bahasa Indonesia 2 mengenai Pemilukada DKI Jakarta.
·         Hasil penulisan ini dapat berguna bagi yang membacanya dan menjadi sumbangan saran kepada pemerintah dalam hal mengurangi daftar pemilih tetap dalam setiap Pemilu.
·         Hasil penulisan ini  dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi kalangan akademis dalam bidang pendidikan dan juga kepada instansi pemerintah dalam melihat perkembangan sistem demokrasi di Indonesia khususnya DKI Jakarta.

2. Landasan Teori

2.1. Pengertian Pilkada
Setiap Daerah di indonesia Mempunyai Pemimpin diantaranya adalah Gubernur, Bupati dan wali kota. Nah untuk memilih pemimpin tersebut maka pemerintah pusat melaksanakan pemilihan langsung yang dilakukan oleh rakyat dalam satu daerah. Pemilihan ini biasa disebut sebagai PILKADA. 

Pemilihan kepala daerah atau yang biasa disebut PILKADA atau Pemilukada dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat yang memenuhi syarat. Pemilihan kepala daerah dilakukan satu paket bersama dengan wakil kepala daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah yang antara lain Gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, Bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta Wali kota dan wakil wali kota untuk kota.

Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dengan diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. Sedangkan Khusus untuk daerah Aceh, Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) dengan diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Aceh (Panwaslih Aceh).

Pengertian Lain tentang Pilkada adalah Pemilihan Gubernur dan pemilihan Bupati/Walikota yang merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat di provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memilih Gubernur dan Bupati/Walikota berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 


2.2. Dasar Hukum Pilkada

Dalam penyelenggaraan PILKADA telah diatur dalam Undang-Undang berikut adalah Dasar Hukum Penyelenggaraan PILKADA yang antara lain adalah :
  1. Undang-undang (UU) Nomor: 32 tentang Pemerintah Daerah
  2. Undang-undang (UU) Nomor: 32 tentang Penjelasan Pemerintahan Daerah
  3. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 17 tentang PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PEMILIHAN, PENGESAHAN PENGANGKATAN, DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH
  4. PP Pengganti UU Nomor: 3 tentang PERPU NO 3 TAHUN 2005

2.3. Pengertian DPT
Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah data kependudukan milik pemerintah dan pemerintah daerah yang telah dimutakhirkan oleh KPU untuk keperluan pemilu. DPT ditetapkan oleh KPU kabupaten/kota. Data kependudukan sendiri terdiri dari data penduduk dan data penduduk potensial Pemilih Pemilu (DP4). Jadi, dalam menetapkan DPT KPU menggunakan data kependudukan yang diberikan pemerintah dan pemerintah daerah melalui Dinas Kependudukan.


3. Pembahasan

Masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjadi salah satu permasalahan klasik yang mewarnai pemilihan umum kepala daerah dan Pilpres. Menjelang 2014, permasalahan ini kembali mencuat ke masyarakat. Pasalnya jumlah calon pemilih Pemilu 2014 yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak sesuai dengan temuan beberapa partai politik. Jumlah yang diumumkan oleh KPU adalah sekitar 186 juta dan masih ada 10,4 juta DPT bermasalah. KPU kemudian memverifikasi lagi bahwa sekitar 3,2 juta nama pemilih tidak bermasalah. Sedangkan PDI Perjuangan mengklaim menemukan sebanyak 10,8 juta daftar pemilih tetap bermasalah.

3.1.       Keakuratan DPT
Penetapan daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilu merupakan salah satu tahapan yang paling krusial dalam menjamin terlaksananya pemilu yang berkualitas, demokratis, serta jujur dan adil.
Akurasi data pemilih merupakan prasyarat mutlak yang harus dipenuhi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam melaksanakan demokrasi elektoral. Akurasi daftar pemilih akan menentukan legitimasi dari Pemilu 2014.Disana terdapat hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh undang-undang untuk ikut memilih dan dipilih (rights to vote and rights to be candidate).
Kisruh tentang DPT bukan merupakan hal baru dalam pemilu di Indonesia. Sejak pemilu tahun 1999 sampai 2009, DPT memang selalu menjadi catatan tersendiri. Tahun 2004 menurut survei Jaringan Universitas dan Lembaga Swadaya Masyarakat tercatat sebanyak 9% pemilih tidak terdaftar. Sedangkan tahun 2009 merupakan pemilu dengan DPT paling amburadul, jutaan warga tidak dapat memilih karena tidak terdaftar dalam DPT.

Pada pemilu tahun 2014 ini, KPU menyebutkan bahwa rekapitulasi DPT 33 Provinsi menghasilkan 545.362 TPS, serta dari 80.801 desa / kelurahan, 496 kabupaten / kota, total pemilih dalam DPT berjumlah 186,8 juta orang. Sedangkan daftar pemilih versi DP4 Kemendagri berjumlah 190 juta orang. Terdapat selisih sekitar 4 juta daftar pemilih antara data KPU dan Kemendagri.
Data DPT yang disajikan oleh KPU ternyata masih belum valid, karena berdasarkan hasil temuan Bawaslu masih ada data yang perlu diperbaiki. Temuan Bawaslu diantaranya mengenai belum sinkronnya data yang ada pada Sistem Pemutakhiran Data Pemilih (Sidalih) dengan data yang ditetapkan oleh KPU kabupaten/kota. Misalnya saja Sumatera Utara, berdasarkan hasil Pleno KPU Provinsi menyatakan pemilih berjumlah 9.840.562 orang. Namun, data yang terdaftar di Sidalih terdapat 9.803.082 orang. Masalah ini tidak hanya di Sumatera Utara, tapi hampir di seluruh Indonesia.

Meskipun KPU menyatakan data yang valid adalah data yang terdapat dalam Sidalih, akan tetapi secara legal formal, yang harus dijadikan dasar penetapan DPT nasional adalah data yang ditetapkan oleh KPU kabupaten/kota. Disamping data yang belum sinkron, Bawaslu juga masih menemukan sekitar 11.000 data pemilih yang bermasalah, diantaranya karena NIK ganda, NIK kosong, status perkawinan tidak terisi bahkan hingga pemilih fiktif.

Persoalan krusial dari tahapan pemilu–berkaca dari pemilihan sebelumnya–selalu berkutat pada masalah daftar pemilih. Seharusnya semua pihak, baik KPU, pemerintah, maupun DPR, atau partai-partai peserta pemilu, memberi perhatian serius kepada akurasi daftar pemilu. Akurasi daftar pemilih harus betul-betul terjamin

3.2.       Penundaan Pengesahan DPT
Penetapan DPT secara nasional yang sedianya dilaksanakan pada 23 Oktober lalu, tetapi dalam rapat pleno Rabu (23/10), KPU memutuskan untuk menunda penetapan hingga 4 November 2013. Selain karena desakan Komisi II DPR dan partai politik yang menolak DPT ditetapkan kala itu, KPU mengambil keputusan itu karena adanya rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagaimana tertuang dalam Surat Bawaslu Nomor 762/Bawaslu/X/2013. Pada lampiran surat tersebut, Bawaslu menyebut masih terdapat 10,8 juta data yang masih bermasalah. Selain itu juga memang masih ada perbedaan data antara data di DPT dan data di Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih).

Anggota KPU, Ferry Kurnia Rizkiansyah, menjamin penundaan pengesahan DPT tidak mengganggu tahapan pemilu karena DPT hanya terkait dengan pengadaan logistik pemilu.
Selain itu, Ramlan juga mengatakan keterlambatan penetapan DPT itu tidak masalah bila ditujukan untuk menjamin akurasi daftar pemilih dan tidak berdampak pada penyelenggaraan pemilu secara keseluruhan.

Memang, molornya penetapan DPT itu bisa saja berdampak pada terlambatnya proses pengadaan dan distribusi logistik, misalnya surat suara. Tetapi, bila molornya penetapan DPT itu demi menjamin akurasi daftar pemilih, keterlambatan logistik bisa ditoleransi.

Dari sudut pandang berbeda, penundaan tahapan pemilu, dalam hal ini pengesahan DPT dan seringnya putusan KPU dianulir, baik oleh Bawaslu maupun Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, berpotensi memengaruhi kredibilitas penyelenggara pemilu. Makin kerap KPU menunda atau menggeser tahapan pemilu pasti memengaruhi persepsi publik tentang kemandirian KPU itu sendiri.
Kesemrawutan DPT sebenarnya adalah masalah laten bangsa ini. Meski setelah Orde Baru berakhir kita sudah menggelar tiga kali pemilu, penyakit laten DPT ini tetap menjadi soal dan terus saja dipersoalkan.

3.3.       DPT dan Partisipasi Politik
KPU telah bergerak selangkah menuju Pemilu 9 April 2014. Dari data KPU, jumlah pemilih Pemilu 2014 bertambah. Dibandingkan dengan Pemilu Legislatif 2009 terdapat lonjakan jumlah pemilih terdaftar sekitar 10%, yaitu dari 171.068.667 menjadi 188.622.535 pada tahun 2014 nanti. Jumlah pemilih dari tiap pemilu menunjukkan tren meningkat. Hal itu wajar karena jumlah penduduk bertambah.

Namun, sayangnya tren kenaikan jumlah pemilih tidak sebanding dengan partisipasi politik pemilih. Partisipasi politik justru menurun sejak Pemilu Legislatif 2009. Tingkat partisipasi politik mencapai 92,74% pada pemilu 1999 dan pada Pemilu Legislatif 2009 berada di angka 70,96%. Ada penurunan tingkat partisipasi politik 20%.

Pemilu 1999 menjadi klimaks dari partisipasi politik masyarakat. Euforia politik terjadi seiring dengan berakhirnya Orde Baru. Namun, seiring dengan kian seringnya pemilu digelar, baik di tingkat nasional (presiden, DPR, dan DPD) maupun di tingkat daerah (gubernur dan wali kota), terasa ada kejenuhan politik. Bagi sebagian anak muda, politik menjadi tidak menarik. Demokrasi hanya menghasilkan anggota legislatif dan pemimpin. Namun, demokrasi belum menghadirkan kesejahteraan rakyat.

Pada situasi psikologis-politis seperti ini pemilu 9 April dilangsungkan. Kita mendorong KPU membersihkan daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah. Bermasalah dalam arti DPT tidak terdapat nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak standar. Padahal kehadiran KTP elektronik dengan satu nomor identitas seharusnya bisa mencegah manipulasi data diri.

Semangat rakyat Indonesia untuk berpartisipasi dalam dunia politik harus digairahkan pada Pemilu 2014 nanti. Di Indonesia, memilih adalah hak bukan kewajiban. KPU dan partai politik harus ikut mendorong pemilih apatis menjadi pemilih partisipatif dengan menghadirkan caleg dan pemimpin yang memberikan harapan baru, bukan sekedar janji-janji manis belaka.

3.4.       Potensi Golput

Permasalahan DPT akan berdampak pada meningkatnya masyarakat Golongan Putih (Golput). Sikap masyarakat yang seperti itu wajar saja terjadi mengingat semrawutnya DPT yang tak kunjung terselesaikan. Sikap apatis masyarakat itulah yang pada akhirnya membuat pemilu terancam gagal.  Sebab, ketika apatisme masyarakat semakin tinggi dan luas terhadap pelaksanaan pemilu mengingat DPT-nya yang bermasalah, dengan sendirinya angka golput akan tinggi pula. Apa yang diharapkan dari pemilu yang DPT-nya belum jelas.

Jika kondisi itu tidak disikapi secara serius dan diimbangi dengan pembenahan, bukan tidak mungkin potensi golput pada pemilu nanti akan meningkat drastis. Berkaca dari pelaksanaan pemilu, terjadi peningkatan angka golput selama dua pemilu terakhir. Angka golput Pemilu 2004 mencapai 23,34% dari total pemilih dan meningkat pada Pemilu 2009 menjadi 39,1%. Kekhawatiran mengenai rendahnya partisipasi masyarakat pada Pemilu 2014 dilontarkan juga oleh Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin. Menurut dia, parpol, pers, dan masyarakat sipil harus terus melakukan pendidikan politik ke publik bahwa golput itu tak menyelesaikan masalah.

Meski masyarakat apatis terhadap perilaku politisi dan parpol, golput bukan solusi. Masyarakat harus tetap didorong agar berkontribusi bagi perubahan ke arah yang lebih baik. Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, masyarakat apolitis bisa menyebabkan parpol jadi tak aspiratif. Pada akhirnya hal itu akan membuat politisi jadi teralienasi dan hanya asyik dengan diri sendiri. “Jika itu yang terjadi, negara dan bangsa amat dirugikan”

Jika penyelenggaraan pemilu dianggap baik, masyarakat akan menyalurkan haknya dengan baik pula. Mengenai rendahnya kepercayaan publik terhadap parpol dan politisi, Arif mengaku hal itu tidak bisa dimungkiri. Tapi, dia masih merasakan betul bahwa secara nyata masyarakat di dapilnya masih menaruh harapan dan kepercayaan besar terhadap parpol dan anggota legislatif.

Ada berbagai faktor yang berdampak munculnya DPT bermasalah. Karenanya, masalah ini memang tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada KPU. Pengawasan terhadap pemilu merupakan kewajiban dan kewenangan seluruh pemangku kepentingan, termasuk parpol. Kisruh soal jumlah DPT ini sekaligus menjadi sinyalemen bahwa parpol ikut terlibat untuk menjamin hak politik masyarakat.

4.Penutup

4.1. Kesimpulan
Berbagai masalah dalam penetapan daftar pemilih tetap (DPT) haruslah disikapi dengan arif dan bijaksana, tidak selalu mengkambing hitamkan KPU. Masalah DPT harus diselesaikan dengan bantuan semua pihak, baik pemerintah, DPR, maupun partai politik.
Masalah DPT ini juga harus segera diselesaikan dengan tuntas agar tidak ada hak pilih rakyat yang hilang. Memilih dan dipilih adalah hak seluruh rakyat Indonesia.

4.2. Saran
KPU dan semua elemen yang bertanggungjawab terhadap pemilu harus segera menyelesaikan permasalahan DPT. Jangan sampai ada rakyat yang tidak bisa memberikan suaranya hanya karena namanya tidak tercantum dalam DPT.
Masyarakat juga jangan selalu menyalahkan KPU karena untuk mengurus DPT seluruh Indonesia bukanlah hal yang mudah.

Sumber : http://www.kemitraan.or.id/sites/default/files/Buku_09_Meningkatkan%20Akurasi%20Daftar%20Pemilih.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_umum_Gubernur_DKI_Jakarta_2012
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-pilkada-atau-pemilukada.html
http://tutiyuniatun.blogspot.co.id/2014/02/makalah-permasalahan-dpt-pada-pemilu.html
http://politik.news.viva.co.id/news/read/733-kamus_pemilu
http://fajarguna.blogspot.co.id/2016/04/penulisan-ilmiah-pemilukada-dki-jakarta.html

Sabtu, 19 Maret 2016

Kecanduan Game Onlne

Game online merupakan permainan elektronik melalui internet yang saat ini sangat menjamur di masyarakat apalagi di kalangan remaja dan anak-anak. Game Online adalah game yang bersifat dunia maya dan biasanya dimainkan di dalam PC/laptop maupun perangkat Android serta menggunakan media internet sehingga user dari berbeda tempatpun bisa bermain bersama dalam satu waktu dan permainan yang sama. Pengaruh globalisasi ini sangat cepat menyerang anak-anak yang sedang berada pada masa bermain, yang menjadi masalah pada pembahasan ini adalah bukan tentang game online nya namun yang akan penulis bahas adalah ketergantungan pada aktivitas bermain game ini bagi sebagian anak, Game online memiliki sifat adiktif atau candu sehingga waktu seseorang banyak dihabiskan untuk bermain game-online. Beberapa game yang sedang populer saat ini antara lain :Dota 2,  Leauge of Legend, CS:GO, Clash of ClansPoint Blank, dan masih banyak lagi, juga berbagai aliran game seperti turn-based RPG, MMORPG, MMOARPG, Rythim, FPS dan masih banyak juga lainnya. Untuk game berbasis Android biasanya menggunakan sistem "gacha" atau seperti menguji keberuntungan agar mendapat karakter/senjata yag bagus atau langka.

Berikut contoh kasus yakni mengeluarkan uang yang banyak demi game :
Kemarin penulis sempat kaget ketika mendengar kabar seseorang yang rela menghabiskan uang yang banyak untuk game online yang orang tersebut mainkan demi mendapatkan karakter yang di inginkannya. Di kutip dari sebuah web yang berisikan berita tentang kehidupan di Jepang, sebuah game ber-genre Rythim Music bernama Idolm@ster Cinderella Girls : Starlight Stage, Pada saat itu sedang ada event yang berlangsung di game tersebut, yakni "Gacha" limited yang jarang sekali ada. Bertepatan dengan hari gajian yang biasanya datang lebih awal, sebagian orang-orang Jepang yang mengaku sebagai fans dari karakter langka tersebut memamerkan uang puluhan ribu Yen, yang rencananya akan digunakan untuk mendapatkan karakter tersebut. Entah uang tersebut akan betul-betul dipergunakan untuk mendapatkannya, penulis juga tidak mengetahuinya. 


Ciri – ciri seseorang yang kecanduan Game Online biasanya :
Berdasarkan sumber dari center for internet addiction recover, aqila smart (2010 : 23 – 30) mengemukakan bahwa anak yang kecanduan game online memiliki ciri – ciri sebagai berikut:
1. Merasa terikat dengan game online (memikirkan mengenai aktivitas online pada saat sedang offline atau mengharapkan sesi online berikutnya.
2. Memainkan game online dengan lama waktu lebih dari 14jam perminggu dan hanya memainkan satu jenis/tipe game saja. Bahkan lebih dari satu bulan masih tetap fokus memainkan atau menggeluti game yang sama serta masih terus bermain meskipun sudah tidak menikmati lagi.
3. Merasa kebutuhan bermain game online dengan jumlah waktu yang terus meningkat untuk mencapai sebuah kegembiraan yang diharapkan.
4. Merasa gelisah, murung, depresi dan lekas marah ketika mencoba untuk mengurangi atau menghentikan bermain game online.


Faktor yang Mempengaruhi Remaja Kecanduan Game Online
1. Internal

Faktor internal adalah suatu penyebab yang dialami oleh seseorang berdasarkan dari dorongan dalam dirinya sendiri, sebagai contoh adalah (1) adanya keberagaman pilihan, (2)stres atau depresi, dan (3) Kurang kegiatan.
Semakin banyak pengguna game online maka banyak pula pencipta yang menciptakan game online dengan lebih menarik dan lebih mengasyikan. Tampilan visual dari game online juga mempengaruhi minat pemain, karena semakin bagus tampilan visual dan kecanggihan game online semakin banyak pula pemainnya. Sebagian besar para pemain game online adalah anak laki – laki, maka para pencipta berusaha menyesuaikan dan membuat game online baru menurut selera anak laki – laki dan terbukti ketika tantangan dan aksesibilitasinya ditambah atau semakin menantang maka pemain bertambah banyak karena sebagian dari orang yang bermain game online menyatakan lebih menyukai game online yang menantang.
2. Eksternal
Faktor Eksternal adalah suatu penyebab yang dialami oleh seseorang anak berdasarkan dari dorongan luar diri, sebagai contohnya adalah : (1) Adanya tawaran kebebasan, (2) Kurang perhatian dari orang – orang terdekat, (3) lingkungan.
Adanya tawaran kebebasan yaitu seseorang dapat mengalami duni baru dalam bermain game online. Ketika mendapatkan tawaran kebebasan untuk bermain game online, sikap anak mulai menjadi kurang terkontrol dan selalu ingin mencoba game online. Selain itu anak yang bermain game online ingin memasuki dunia yang baru atau dunia kebebasan karena ada faktor – faktor lain contohnya anak merasa pusing dan stres memikirkan tugas sekolah yang akhirnya akan berhenti sejenak meninggalkan aktifitas sebagai pelajar, untuk memasuki dunia yang baru dengan bermain game online.


 Bermain game online pada remaja memiliki dampak positif dan negatif. Dampaf positif dari bermain game online yaitu dapat mengaktifkan sistem motorik, dengan koordinasi yang tepat antara informasi yang diterima oleh mata kemudian di teruskan ke otak untuk diproses dan diperintahkan kepada tangan untuk menekan tombol tertentu.
Game online dapat mendorong remaja menjadi cerdas, karena pemain game online menuntut daya analisa yang kuat dan perencanaan strategi yang tepat agar bisa menyelesaikan permainan dengan baik. Kelebihan yang bisa diperoleh oleh remaja dalam bermain game online adalah meningkatkan konsentrasi.
Bermain game online memang dapat berdampak positif, tetapi jika dibiarkan berlarut-larut hingga mengarah pada adiksi tentu akan memberikan dampak negatif, diantaranya remaja menjadi tidak memiliki skala prioritas dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mendorong remaja untuk bertindak asosial, karena aktivitas bermain game online cukup menyita waktu berkomunikasi, baik berkomunikasi dengan keluarga maupun teman sebaya. Menimbulkan kemalasan belajar, disebabkan kelelahan yang ditimbulkan setelah bermain game online, sehingga dapat memicu tindakan kekerasan, karena remaja mengimitasi tokoh secara berlebihan, sehingga meniru seluruh prilaku yang di tampilkan tokoh dalam permainan tanpa mempertimbangkan apakah hal tersebut berbahaya atau tidak. Perilaku imitasi yang berlebihan ini dapat pula memicu tindakan kriminal, tanpa pengetahuan remaja, bahwa menyakiti orang lain secara fisik adalah suatu tindakan kriminal.
Adapun lebih detail mengenai dampak positif dan negatif dari game online yang membuat remaja kecanduan terhadap game online,antara lain :
Dampak Positif
- Menghilangkan Kepenatan
-Dapat memberi rasa rileks dan mengendurkan urat saraf dari kesibukan rutin atau kecapekan setelah bekerja.
-  Melatih kemampuan untuk memusatkan perhatian dan konsentrasi pemainnya.
-  Melatih memecahkan masalah dengan mempergunakan analisa.
-  Melatih kemampuan untuk mengatur sistematis kerja untuk mencapai tujuan.
-  Mengembangkan kecepatan reaksi dan persepsi audio visual.
-  Tidak membuat orang gampang putus asa.
-  Melatih mengembangkan kesabaran dan ketekunan.
- Melatih mengembangkan imajinasi dan kreativitas berpikir secara lebih luas.
-  Membentuk rasa percaya diri.

Dampak Negatif
-  Dapat menurunkan Kesehatan pemain.
Menimbulkan Kemalasan dan tindakan kriminal
-  Dapat membuat pemainnya lupa waktu, lupa belajar, lupa tugas dan tanggung jawab.
-  Dapat membuat pemainnya tidak produktif karena waktunya habis dipergunakan untuk bermain game online.
-  Dapat meningkatkan sikap agresivitas pemainnya, karena pengaruh aksi-aksi kekerasan yang terbiasa disaksikannya.
-  Dapat menyebabkan anti sosial, karena keranjingan main game online.
- Dapat menyebabkan ketegangan emosional antara orang tua dengan anak yang kecanduan.

Bagaimana mengatasi kecanduan game Online?
            Tempat-tempat game online seperti warnet dan semacamnya sekarang sudah banyak dan mudah dijumpai baik di perkotaan atau pun dipedesaan, jadi perkembangannya menjadi lebih mudah. Yang dibahayakan dari dampak game online ini sangat buruk terutama untuk psikis dan fisik pada usia remaja.
Beberapa tips atau solusi dari penulis untuk mengatasi kecanduan game online antara lain :
- Niat yang kuat
- Coba berfikir hemat
- Membatasi waktu bermain game
- Coba cari kegiatan lain
Meminta Bantuan orang terdekat, maksutnya meminta orang terdekat untuk sementara menjadi pengingat setiap kali hendak ke warnet atau ingin bermain game. Akan sangat baik apabila dia bukan seorang gamers juga.

Jadi pad intinya Game Online itu hanya permainan yang dimainkan dalam suatu jaringan, boleh lah sesekali kita bermain game online untuk refreshing atau menghilangkan penat karena banyaknya kesibukkan, tetapi jangan sampai terlalu bablas atau berlebihan, apa lagi sampai menghamburkan uang yang tidak sedikit hanya untuk sebuah permainan.

Sumber 
http://jurnalotaku.com/2016/02/01/untuk-mendapatkan-akagi-miria-di-limited-gacha-seorang-pemain-menghabiskan-jutaan-yen/
http://www.pendidikankarakter.com/bagaimana-mengatasi-kecanduan-game-pada-anak/4/